Mataram (KABARIN) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadirkan konsep jelajah museum pada malam hari atau night at the museum sebagai upaya menarik minat pengunjung sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap wisata sejarah ke museum.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan museum identik dengan kunjungan siang hari yang cenderung formal, sehingga pihaknya ingin menghadirkan pengalaman yang lebih santai dan dekat dengan generasi muda melalui aktivitas jelajah malam hari.
"Kami lagi perbaiki semuanya untuk program itu dari sisi outdoor (taman) hingga indoor (ruang pameran)," ujarnya saat ditemui di Mataram, Selasa.
Museum NTB melakukan penataan ulang ruang pameran, terutama Ruang Khazanah yang berisi koleksi berharga. Perubahan meliputi penambahan koleksi, pengaturan ulang tata letak, hingga peningkatan kualitas pencahayaan agar tampilan artefak menjadi lebih menarik.
Nuralam menyampaikan area luar museum juga dibenahi agar menambah kenyamanan bagi para pengunjung. Museum NTB menata pencahayaan dan menyiapkan fasilitas kursi di taman agar suasana malam menjadi lebih hidup dan estetik.
Program jelajah museum malam hari diluncurkan pada Agustus 2026 dan menjadi bagian dari agenda tahunan Museum NTB bertajuk Museum Begawe.
"Pada April-Mei, kami melakukan pengerjaan terkait penataan ruang pameran hingga taman," kata Nuralam.
Selain menikmati koleksi, pengunjung disuguhi berbagai kegiatan pendukung, seperti pemutaran film dokumenter dan ruang interaksi komunitas. Museum buka hingga pukul 22.00 WITA saat pelaksanaan program yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Museum NTB membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat sebagai relawan agar bisa belajar mengorganisasi kegiatan dan tahu tentang mekanisme permuseuman.
"Kami berharap anak-anak muda bisa memiliki perspektif tentang budaya, terkhusus permuseuman melalui night at the museum dan Museum Begawe," ucap Nuralam.
Sepanjang 2025, Museum NTB membukukan total kunjungan wisatawan ke pameran tetap yang mengekspose warisan sejarah dan budaya lokal sebanyak 44.443 orang. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang kunjungan pada 2024 yang hanya sebanyak 42.723 wisatawan.
Nuralam menegaskan Museum NTB tidak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai ruang publik yang dinamis, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026